ITP Teken Kerja Sama Strategis Perlindungan Kekayaan Intelektual Bersama Kemenkum Sumbar

Momentum peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia Tahun 2026 dimanfaatkan sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi lintas institusi dalam pengelolaan inovasi. Kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama digelar pada Senin, (27/04) bertempat di Aula Lantai 3 Gedung LLDIKTI Wilayah X, bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Sumatera Barat (Sumbar). Dalam forum tersebut, Institut Teknologi Padang tampil sebagai salah satu institusi yang menunjukkan keseriusan tinggi dalam penguatan ekosistem Kekayaan Intelektual. Kehadiran Rektor Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., didampingi Kepala LPPM Mastariyanto Perdana, M.Eng., menjadi simbol komitmen kuat institusi terhadap perlindungan dan pengelolaan inovasi. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Pelindungan dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual menjadi langkah konkret dalam memperkuat tata kelola hasil riset. Kesepakatan ini diarahkan untuk membangun sinergi lintas pihak dalam menciptakan sistem yang mampu melindungi, mengelola, serta mengoptimalkan nilai ekonomi dari karya intelektual.Secara tegas, ITP menegaskan komitmennya dalam membangun kerja sama yang produktif, efektif dan sinergis sebagai fondasi utama pengembangan inovasi berkelanjutan. Komitmen ini tidak hanya menjadi pernyataan formal, tetapi diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam kolaborasi strategis yang mendorong peningkatan kualitas riset dan daya saing institusi.Ketua pelaksana kegiatan, Lista Widyastuti, SH, MH, dalam laporannya menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ia menyebutkan pentingnya pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual di perguruan tinggi guna memperkuat perlindungan dan pemanfaatan hasil penelitian secara optimal. “Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya Sentra Kekayaan Intelektual di perguruan tinggi, meningkatkan perlindungan hasil riset, serta memperkuat koordinasi antara Kemenkum, LLDIKTI, dan PTS,” ujar Lista dalam sambutannya di hadapan peserta kegiatan tersebut. Lebih dari sekadar perlindungan hukum, Kekayaan Intelektual kini dipandang sebagai instrumen penting dalam hilirisasi dan komersialisasi inovasi. Dengan sinergi yang semakin kuat, termasuk peran aktif ITP, diharapkan lahir inovasi unggul yang tidak hanya terlindungi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia industri, sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar. Created By Widia/Humas ...

05 Mei 2026 Berita #institut-teknologi-padang #kerja-sama #pendidikan #penelitian #pengabdian-masyarakat #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #webometrics

Kartini Day Challenge ITP 2026 Sukses Digelar, Kreativitas Busana Tradisional Mahasiswa Jadi Sorotan

Semangat Hari Kartini 2026 terasa semakin hidup melalui gelaran Kartini Day Challenge yang diikuti sivitas akademika Institut Teknologi Padang dengan penuh antusias. Sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Sumatera Barat, Institut Teknologi Padang terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif dalam mengekspresikan nilai budaya dan kreativitas di lingkungan kampus. Kompetisi ini menjadi wadah menampilkan keindahan busana tradisional sekaligus ekspresi diri mahasiswa. Berbagai karya foto menarik menghiasi media sosial dan mencuri perhatian publik secara luas.  Peserta ditantang mengunggah foto terbaik mengenakan batik atau busana tradisional dari sudut favorit kampus Institut Teknologi Padang. Tak hanya individu, peserta juga boleh berkolaborasi bersama dosen, teman, hingga tenaga kependidikan. Keaslian foto menjadi syarat utama, sehingga setiap karya benar-benar merepresentasikan kreativitas tanpa sentuhan teknologi kecerdasan buatan atau manipulasi digital. Interaksi publik menjadi salah satu indikator penilaian melalui jumlah like pada Instagram Story resmi Institut Teknologi Padang. Antusiasme audiens terlihat dari tingginya partisipasi dan dukungan yang diberikan kepada para peserta. Hal ini menunjukkan bahwa kampanye budaya melalui media sosial mampu menjangkau lebih banyak kalangan secara efektif dan menarik.Berdasarkan perhitungan jumlah like hingga batas waktu yang ditentukan, akun @sabilaaa.11 berhasil meraih posisi sebagai pemenang favorit. Karya yang ditampilkan dinilai mampu memikat perhatian publik dengan visual yang kuat, estetika menarik, serta pesan budaya yang tersampaikan dengan baik melalui komposisi foto yang sederhana namun berkarakter. Sementara itu, penghargaan foto terunik diberikan kepada @teknikmesin23.itp berdasarkan penilaian dewan juri yang terdiri dari pimpinan Institut Teknologi Padang. Kriteria keunikan dinilai dari konsep, kreativitas, serta keberanian dalam mengeksplorasi ide yang berbeda. Karya ini dinilai mampu menghadirkan perspektif baru dalam memaknai semangat Kartini masa kini. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan kebersamaan civitas akademika. Partisipasi aktif peserta menjadi bukti bahwa semangat Kartini terus relevan dan menginspirasi generasi muda. Created By Widia/Humas   ...

21 April 2026 Berita #institut-teknologi-padang #kegiatan #kemahasiswaan #mahasiswa #publikasi #webometrics

Rektor ITP Prof. Maidiawati : Inspirasi Kartini Modern, Pendidikan Tanpa Batas

Semangat emansipasi kembali menemukan maknanya dalam sosok Maidiawati, yang kini memimpin Institut Teknologi Padang periode 2026–2029. Di bawah kepemimpinannya, kampus yang dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Sumatera Barat ini terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Dalam momentum Hari Kartini, kisahnya menjadi refleksi bahwa pendidikan membuka jalan setara bagi siapa pun, tanpa memandang gender dan latar belakang. Lahir di Pesisir Selatan pada 1972, perjalanan hidupnya tidak dirancang untuk menjadi pemimpin kampus. Ia bergabung pada 2001, memulai langkah panjang di dunia akademik. Sejak 2013 setelah menyelesaikan studi doktoralnya di Toyohashi University of Technology,  ia semakin fokus mengembangkan kapasitas akademik, hingga akhirnya sukses meraih gelar guru besar pada tahun 2024 melalui dedikasi pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.   “Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam pendidikan. Semua punya peluang yang sama untuk maju, asalkan mau berusaha,” ujar beliau. Pernyataan tersebut menjadi pesan kunci yang menggambarkan perubahan zaman, di mana akses pendidikan kini semakin terbuka dan dapat dimanfaatkan untuk masa depan lebih baik.   Perjalanan kariernya menunjukkan transformasi nyata. Dari dosen, ia dipercaya menjadi ketua jurusan, kemudian dekan, hingga menjabat Wakil Rektor I bidang akademik dan kemahasiswaan. Kini, ia mencatat sejarah sebagai rektor perempuan pertama sejak 1973, menandai babak baru kepemimpinan di kampus teknik tersebut.   Menurutnya, dahulu posisi pimpinan kampus identik dengan laki-laki. Namun kini, perempuan semakin banyak mengambil peran strategis di perguruan tinggi. Di Sumatera Barat, kiprah perempuan bahkan menjadi kekuatan sosial yang diakui. Tidak ada lagi batasan, karena kompetensi menjadi ukuran utama dalam menentukan peran.   Di lingkungan kampus, prinsip kesetaraan telah lama diterapkan. Tidak ada perbedaan dalam kebijakan maupun aturan. Kehadiran pemimpin perempuan justru memperkuat pesan bahwa bidang teknik pun terbuka luas. Mahasiswa perempuan kini memiliki teladan nyata bahwa mereka mampu memimpin dan berprestasi.   Semangat itu sejalan dengan perjuangan Raden Ajeng Kartini, yang sejak dulu memperjuangkan hak perempuan dalam pendidikan. Jika dahulu akses begitu terbatas, kini peluang terbuka lebar. Tinggal bagaimana generasi muda memanfaatkannya untuk berkembang, berkarya, dan mencapai posisi tertinggi.   Di balik semua peran, keseimbangan tetap dijaga. Keluarga yang solid dan tim kampus yang kompak menjadi fondasi utama. Pesan beliau sederhana namun kuat “Generasi muda, khususnya perempuan, harus terus bersemangat mengejar pendidikan, karena di sanalah masa depan dibentuk dan peluang besar menanti untuk diwujudkan”. Created By Widia/Humas ...

21 April 2026 Berita #dosen #institut-teknologi-padang #kegiatan #publikasi #webometrics

KETUA YAYASAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI PADANG : Institut Teknologi Padang (ITP) dibangun dengan semangat perbaikan dan perubahan untuk kemajuan.

Berdiri sejak tanggal 21 Februari 1973, tahun ini ITP memasuki usia emasnya yang ke-50 tahun. Usia 50 Tahun menandai kematangan ITP yang telah melahirkan tenaga kerja ahli dalam bidang keteknikan. Dalam perjalanannya ITP terus berkembang melewati beberapa perubahan yang awalnya merupakan sebuah kursus yang diberi nama Kursus Ahli Teknik (KAT) dengan dua bidang keahlian, yaitu : Keahlian Mesin dan Keahlian Sipil hingga berhasil menjadi Institut Teknologi Padang yang dikukuhkan oleh Mendiknas RI melalui Surat Kepetusan Nomor : 113/D1012002, sejak tahun 2002 hingga sekarang ITP dipercaya oleh pemerintah untuk melaksanakan proyek TDSP, Semi-QUE, PHK-A1, PHK-A2, PHK-PMP, PHK-K3-Inherent dan Hibah Kompetisi lainnya.Mendirikan sebuah perguruan tinggi, tentu tidak semudah mendirikan sebuah bangunan. Perlu proses dan perjuangan keras agar perguruan tinggi bisa terakreditasi dan diminati. Hal itu dirasakan saat awal berdirinya ITP. Semua perjuangan sudah dilakukan untuk bisa menjadi Institut seperti sekarang ini. Berawal dari sebuah institusi yang gedungnya bergabung dengan institusi pendidikan lain. Hingga berhasil menjadi salah satu perguruan tinggi yang bersaing di Sumatera Barat dengan tekad dan kepercayaan yang kuat dari para pendiri ITP.Ketua Yayasan Pendidikan Teknologi Padang Drs. Zulfa Eff Uli Ras, M.Pd mengatakan, ITP telah mengalami banyak perbaikan dan perubahan dari tahun ke tahun. Membangun sebuah perguruan tinggi, yang pertama diperlukan adalah memiliki sistem dan manajemen yang baik dalam tubuh institusi. Hal ini menjadi tantangan terbesar dalam fase awal pembangunan ITP, namun atas konsistensi dan tujuan yang sama demi kemajuan institusi beliau berhasil membangun sistem yang baik bagi seluruh civitas akademika ITP.“Dengan tekad yang kuat dari para pendiri ITP, kami berkeyakinan bahwa ITP yang saat itu  masih bernama Akademi Teknik padang (ATP) mampu berkembang kearah yang lebih baik. Hal ini dimulai dengan berdirinya gedung A sebagai sarana kegiatan perguruan Tinggi,” Ujarnya.Zulfa menyampaikan  selain menghasilkan sistem yang baik, izin teknis seperti izin pendirian dan operasional sebuah perguruan tinggi juga harus didapatkan. Untuk mendapatkan itu semua tidak mudah, jika tidak memiliki modal yang kuat. “Tantangan menjadi Institut  adalah terus mengembangkan tenaga pendidik. Sehingga saat itu perlu  Dosen yang harus memiliki ijazah S-2 dan yayasan memberikan bantuan pendidikan S-2 bagi beberapa dosen,” ujar dia.Dalam kurun waktu 20 tahun Institut Teknologi Padang berhasil meningkatkan akreditasi lembaga  dan Prodi menjadi Baik Sekali serta dua Prodi dipersiapkan untuk menuju Unggul, memperoleh Hibah Kompetisi, memiliki 2 bangunan kampus, dan menjalankan program-program berkualitas demi tercapainya visi Menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional atau "World Class University" pada tahun 2040.Zulfa menyampaikan, meski kampus yang dipimpinnya sudah dikenal banyak orang, namun perbaikan dari berbagai macam hal masih diperlukan untuk perubahan dan kemajuan ITP yang lebih baik. Lebih lanjut ia juga menyampaikan salah satu faktor penting kemajuan dari sebuah perguruan tinggi adalah memiliki Rektor yang telah memenuhi 6 kriteria.Untuk mengetahui apa saja 6 kriteria yang harus dimiliki oleh seorang rektor, selalu update dan pantau terus website ITP ya.Created By Widia/humas ...

27 Februari 2023 Berita #institut-teknologi-padang #publikasi #webrometric

5 Penelitian Dosen ITP Lolos sebagai Penerima Pendanaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Lanjutan Tahun Anggaran 2022

Institut Teknologi Padang – Sebanyak 5 dosen ITP berhasil masuk dalam Pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Lanjutan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi sesuai surat Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat nomor 0054/E5/AK.04/2022 tanggal 8 Februari 2022. Artinya, 5 penelitian dosen ITP ini sudah melewati dan lolos dalam penilaian monitoring dan evaluasi untuk Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pelaksanaan Tahun Anggaran 2021, dan dilanjutkan untuk pendanaan Tahun Anggaran 2022. Kelima dosen tersebut diantaranya adalah 4 orang dosen Teknik Mesin ITP, Prof. Dr. Ir. M. Yahya, M.Sc., Dr. Ade Indra, M.T., Nofriady Handra, M.Sc.Eng., Arfidian Rachman, Ph.D., dan 1 orang dosen Teknik Informatika ITP, Firmansyah David, Ph.D. Salah satu penelitian yang sedang dilakukan adalah penelitian dengan topik proses penghalusan ceramics particle dengan horizontal ball mill untuk mensupport Nano Technology di Indonesia oleh Dr. Ade Indra, M.T. Penelitian yang sedang dilakukan oleh Anggota Ceramics Research Group Teknik Mesin ITP ini kedepan diharapkan dapat mensubstitusi produk impor dari luar negeri, sehingga Indonesia diharapkan tidak terlalu tergantung dengan kebutuhan partikel keramik berukuran nano dari luar negeri. (nad/humas) ...

17 Juni 2022 Berita #dosen #penelitian #prestasi